Tak lama kemudian mereka sampai, ternyata sebuah desa yang sangat sejuk tujuannya. Kemudian mobil pun di parkir di sebuah halaman rumah yang sederhana.
" Desi masuk dulu yah" kata gadis itu
Dia pun membuka pintu mobil, setengah berlari dia memasuki rumah itu. Disusul laki-laki yang disebutnya Ayah itu.Mereka berdua mencari-cari orang yang didalam sambil memanggilnya.
" Nenek, Nenek dimana? Om Tante ini Desi datang" teriaknya.
Masih tak ada jawaban. Mereka ke halaman belakang,terlihat seorang wanita yang sudah berumur menjemur padi dibantu oleh seorang wanita yang lainnya.
"Ibu..." Kata ayahnya. Sambil memeluk wanita paruh baya itu.ada kerinduan teramat sangat yang beliau pendam. Tak lama anaknya pun memeluk sang nenek.
"Kalian kemari kok tidak kasih kabar, kalau ngasih kabar kan bisa nenek masakan yang lezat"kata si nenek.
"Sudah sana cepat masuk, lalu mandi bersihkan badan kalian" perintah wanita yang agak muda yang ternyata Tantenya adik ipar dari si Ayah.
Mereka pun masuk kedalam rumah, tak lama kemudian nenek ke dapur untuk memasak.
" Desi kamu mandi di kamar mandi saja ya?"perintah ayah
"Ayah mau mandi di sungai sambil menyusul Om Erwin"
"Iya, Ayah" jawab Desi
Laki-laki yang disebut Ayah itu kemudian pergi ke sungai yang tak jauh dari rumah ibunya.
Beliau duduk di tanah pinggir sungai, matanya menerawang jauh mengingat sesuatu. Kenangan ketika masih kecil dulu, dimana masa kanak-kanak dihabiskan di desa ini. Selalu mandi di sungai yang menyegarkan bersama teman-temannya. Terlihat senyum dibibir beliau.
20 tahun yang lalu...
"Adi, ayo bangun sudah pagi, kamu kan sekolah hari ini" suara seorang ibu membangunkan anaknya.
"Iya, Bu sebentar lagi,"sahutnya
"Cepat itu teman-temanmu sudah ke sungai untuk mandi, nanti kamu terlambat sekolah"
Adi pun cepat mengambil handuk dan peralatan mandi lainnya menyusul teman-temannya yang sudah duluan ke sungai. Yang namanya anak-anak pasti mandi sambil bermain. Setelah mandi Adi dan teman-temannya pun pulang ke rumah mereka untuk bersiap ke sekolah.
Adi berganti baju kemudian sarapan seadanya. Kemudian dia pamit berangkat ke sekolah kepada kedua orang tuanya.
Adi seorang anak desa yang hidup sangat sederhana, Ayah dan Ibunya bekerja sebagai seorang petani. Adi hanya memiliki satu adik laki-laki bernama Erwin. Setiap pulang dari sekolah ia dan adiknya selalu membantu Ayah Ibunya di sawah. Setiap hari mereka menghabiskan waktu di sawah, bahkan untuk makan siang saja mereka di sawah. Bila hari sudah sore baru pulang ke rumahnya. Malam harinya barulah Adi dan adiknya bisa belajar.
Waktu itu Adi duduk di kelas 1 SMP sedang Erwin adiknya di kelas 4 SD. Mereka saling menyayangi satu sama lain.
"Kak, kapan datang" sebuah suara membuyarkan lamunan Pak Adi
"Eh, dek baru saja, ini mau mandi di sungai" jawabnya
Ternyata Om Erwin adik dari Pak Adi.
"Kamu sudah selesai kerjanya"tanya pak Adi
Om Erwin ternyata seorang Kepala Desa,dia memilih untuk tetap di desa dengan alasan ingin menjaga ibunya dan merawat sawah mereka.
Walaupun Om Erwin tinggal di desa tetapi jenjang pendidikannya mencapai S1 yaitu sarjana pertanian. Makanya dia bisa menjadi kepala desa.
"Ayo mandi kak, nanti keburu Maghrib" tegurnya
" O,iya." Sahut pak Adi
"Tidak baik melamun di sore hari nanti kesambet lho"canda Om Erwin
"Ah, tidak kakak cuma ingat masa lalu kita waktu kecil dulu, Win"jelasnya
Mereka pun mandi bersama di sungai, setelah selesai lalu mereka pulang ke rumah ibunya.
Sesampainya di rumah tampak kesibukan disana.para perempuan sedang menyiapkan makan malam.
"Kita sholat Maghrib dulu ya? Baru makan malam" perintah pak Adi
" Iya, ayah" jawab Desi anaknya
Kemudian mereka sekeluarga sholat Maghrib berjamaah, setelah selesai menunaikan ibadah, mereka pun makan malam.
Pak Adi dan Om Erwin duduk santai di depan rumah setelah makan malam.
Mereka berbincang-bincang sambil memperhatikan anak-anak kecil yang lewat untuk mengaji di langgar dekat rumah mereka.
Pak Adi ingat masa kecilnya dimana setiap habis Maghrib dia dan adiknya mengaji di langgar. Betapa menyenangkannya waktu itu.
" Win masih ingat tidak dulu kamu menangis karena kakak tinggal mengaji"kata pak Adi
" Ya ingatlah kak, tega sekali meninggalkan aku padahal aku kan masih mau makan," gerutu Om Erwin
" Hahaha, habisnya kamu lambat sekali makannya, ya...kakak tinggal" ejek pak Adi
Mereka pun tertawa bersama.
Tak lama kemudian datanglah wanita tua yang tak lain ibu mereka. Sambil membawa pisang goreng buatannya.
"Ada apa tampaknya senang sekali?" tanya ibu
"Ingat masa kecil dulu Bu, kak Adi yang jahil sekali"jawab Om Erwin
"Sudah,sudah ini makan dulu pisang gorengnya"perintah ibunya
"Desi mana bu" tanya pak Adi
"Ada dengan tantenya nonton tv, biarkan saja, nak"jawab ibunya
"O..ya kak kabar kak Vina dan Alfin bagaimana? "tanya Om Erwin lagi
"Alhamdulillah mereka baik, sebenarnya mereka mau ikut tapi ibunya Desi banyak kerjaan di kantor, jadi Alfin kusuruh menemani ibunya"jelas Pak Adi
Tidak apa-apa Adi, lain kali kamu bisa mengajak mereka kemari" kata sang ibu.
Tak terasa adzan isya berkumandang yang mewajibkan mereka shalat isya, lalu mereka masuk ke rumah untuk mengambil air wudhu dan shalat berjamaah.
Bersambung.....
Buat cerpen kah syif?
BalasHapusIya Bu sambil belajar membuatnya
BalasHapus