Kata Pengantar
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan tulisan blog ini yang berjudul "Belajar pada masa Pandemi Melalui Pembelajaran Daring".
Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak dan Ibu Guru SMPN 2 Selat Kabupaten Kapuas yang tak pernah kenal lelah untuk mengajari saya pelajaran yang berharga setiap harinya.
Saya merasa masih banyak kekurangan dalam penulisan blog ini sehingga saya sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan blog ini.
Penulis
Syifa Aulia Nurhidayah
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Indonesia sedang mengalami kondisi yang kurang baik disebabkan oleh virus berasal dari Wuhan China yang dinamakan Covid-19. Virus ini bisa menyebar ditempat umum atau keramaian, penyebaran virus ini melalui kontak fisik seperti berjabat tangan. Maka dianjurkan agar mencuci tangan dengan benar dan menggunakan masker jika keluar rumah untuk penecegahan virus ini.
Pemerintah Indonesia mengeluarkan kebijakan baru demi menghentikan penularan virus ini yaitu mengajak masyarakat untu melaksanakan Physical Distancing, dan menghindari kerumunan serta berbagai acara pertemuan yang menimbulkan keramaian. Selain itu pemerintah menerapkan kebijakan untuk dirumah saja seperti kerja dirumah.
Pada kondisi seperti ini guru dan siswa diharuskan melakukan pemebelajaran menggunakan media online. Seluruh siswa diwajibkan untuk menggunakan alat komunikasi seperti handphone dengan bijak untuk mendukung proses pembelajaran.
Dari latar belakang diatas saya mencoba menulis blog tentang belajar pada masa pandemi melalui pembelajaran daring.
2.Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan blog ini adalah:
1. Untuk mengetahui arti pembelajaran daring.
2. Untuk memahami kegunaan dari pembelajaran daring.
3. Untuk mengetahui dampak pembelajaran daring pada masa pandemi.
3. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penulisan blog ini adalah:
1. Apa pengertian pembelajaran daring?
2. Mengapa pembelajaran daring diperlukan untuk saat ini?
3. Bagaimana dampak pembelajaran daring pada masa pandemi?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Arti Pembelajaran Daring
Daring merupakan singkatan dari "dalam jaringan" sebagai pengganti kata online yang sering kita gunakan dalam kaitannya dengan teknologi internet. Daring adalah terjemahan dari istilah online yang bermakna tersambung ke dalam jaringan internet. Pembelajaran daring artinya adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka, tetapi melalui platform yang telah tersedia. Segala bentuk materi pelajaran didistribusikan secara online, komunikasi juga dilakukan secara online, dan tes juga dilaksanakan secara online. Sistem pembelajaran melalui daring ini dibantu dengan beberapa aplikasi, seperti Google Classroom, Google Meet, Edmudo dan Zoom.
2. Pembelajaran Daring pada masa Pandemi
Virus Covid 19 pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada akhir tahun 2019. Virus ini menular sangat cepat dan telah menyebar hampir keseluruh negara di dunia.. Sehingga WHO menetapkan wabah ini sebagai pandemi global.
Hal ini membuat beberapa negara menetapkan kebijakan untuk memberlakukan lockdwn untuk mencegah penyebaran virus ini. Untuk pendidikan pemerintah memutuskan menerapkan kebijakan meliburkan siswadan mulai menerapkan metode belajar dengan sistem daring (dalam jaringan) atau online.
Dalam pembelajaran daring ini guru harus memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, meskipun siswa berada di rumah. Sistem pembelajaran dilaksanakan melalui perangkat personal computer atau laptop yang terhubung dengan koneksi jaringan internet.
Semua sektor merasakan dampak corona. Dunia pendidikan salah satunya. Dilihat dari kejadian sekitar yang sedang terjadi, baik siswa maupun orangtua siswa yang tidak memiliki handphone untuk menunjang kegiatan pembelajaran daring ini merasa kebingungan, sehingga pihak sekolah ikut mencari solusi untuk mengantisipasi hal tersebut. Beberapa siswa yang tidak memiliki handphone melakukan pembelajaran secara bersama.
Pembelajaran daring tidak bisa lepas dari jaringan internet. Koneksi jaringan internet menjadi salah satu kendala yang dihadapi siswa yang tempat tinggalnya sulit untuk mengakses internet, apalagi siswa tersebut tempat tinggalnya di daerah pedesaan, terpencil dan tertinggal. Kalaupun ada yang menggunakan jaringan seluler terkadang jaringan yang tidak stabil, karena letak geografis yang masih jauh dari jangkauan sinyal seluler.
Pada pandemi Covid-19 ini telah memberikan kita begitu banyak pelajaran, tidak hanya tentang upaya memutuskan rantai penularannya, tapi juga bagaimana anak-anak kita tetap belajar dan bagaimana sekolah-sekolah bereaksi memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar.
3. Dampak Pembelajaran Daring pada masa Pandemi
Pembelajaran daring menemukan adanya dampak negatif dan positif.
a. Dampak negatif
1. Penurunan capaian belajar
2. Keterbatasan kuota internet sebagai fasilitas penunjang belajar daring.
3. Anak kurang bersosialisasi
b. Dampak positif
1. Anak memiliki banyak waktu dirumah bersama keluarga.
2. Metode belajar variatif.
3. Anak peka dan beradaptasi dengan perubahan.
4. Mau atau tidak, anak pasti harus mengeksplorasi teknologi.
5. Sebagian anak merasa nyaman belajar dari rumah karena tak ada yang merusak.
4. Kegunaan Pembelajaran Daring
Dengan adanya wabah pandemi Covid-19 ini, kehadiran teknologi benar-benar sangat dirasakan dalam proses pembelajaran. Sebab, dalam kondisi saat ini tidak dimungkinkan melakukan belajar secara tatap muka. Maka belajar melalui online menjadi pilihan utama. Meski ada kekurangan dalam pelaksnaannya, pembelajaran online sejatinya memberikan kegunaan yang banyak. Kegunaan belajar online atau dalam jaringan antara lain belajar dilakukan dimana saja dan kapan saja, belajar juga dapat disesuaikan dengan kapasitas masing-masing siswa. Belajar online ini juga mengedepankan inisiatif dan independensi siswa.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Pembelajaran daring sebagai solusi yang efektif dalam pembelajaran di rumah guna memutus rantai penyebaran Covid 19, Physical Distancing juga menjadi pertimbangan dipilihnya pembelajaran tersebut. Kerjasama yang baik antara guru, siswa, orangtua siswa dan pihak sekolah menjadi faktor penentu agar pembelajaran daring lebih efektif.
Semoga pandemi Covid-19 ini cepat berlalu seiring dengan new normal yang telah diberlakukan oleh pemerintah. Sehingga proses pembelajaran bisa terlaksana seperti semula dengan kehadiran guru dan siswa yang saling berinterksi langsung.
Aamiiin Ya Rabbal'alamin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar